Home » » SEJARAH KABUPATEN BANJARNEGARA

SEJARAH KABUPATEN BANJARNEGARA

Written By kang mul on Sunday, November 18, 2012 | 11:10 PM


SEJARAH KABUPATEN BANJARNEGARA

Penulis: Pak Yadi, Mbs
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Sobat posting kali ini melanjutkan posting kemarin 

Awal Pemerintahan Kabupaten Banjarnegara

Setelah wafatnya Adipati Wargo Utomo I (Adipati Wirasaba) dalam perjalanan pulang setelah menghadap Sultan Hadiwijaya [Jaka Tingkir] (Sultan Pajang) akibat adanya kesalahpahaman Utusan (Gandek) dari Kerajaan pajang dalam mengartikan perintah Sultan Hadiwijaya yang diperkuat dengan fitnah Demang Toyareka (Adik Adipati Wargo Hutomo), pucuk pimpinan Kabupaten Wirasaba mengalami kekosongan. Untuk selanjutnya Kabupaten Wirasaba dipimpin oleh Patih yang telah mewakili Adipati sejak menghadap Sultan.
Para Putera Adipati tidak ada yang berani menggantikan kedudukan ayahnya sebelum mendapat izin dari Kanjengg Sultan Hadiwijaya di Pajang. Menyadari kesalahannya yang menyebabkan wafatnya Adipati Wargo Utomo I, Sultan Hadiwijaya mengutus tumenggung Tambakbaya mengirimkan surat kepada keluarga Adipati Wargo Utomo I di Wirasaba yang isinya mengharapkan kehadiran salah satu putera Adipati Wargo Utomo I menghadap Sultan. Namun demikian tidak satupun dari putera Adipati Hargo Utomo I yang bersedia menghadap kanjeng Sultan Hadiwijaya.
Hal ini dikarenakan disamping duka akibat peristiwa terbunuhnya ayahandanya belum sepenuhnya hilang, muncul perasaan khawatir bilamana ternyata mendapat perlakuan serupa. Akhirnya Tumenggung Tambakbaya meminta Joko Kaiman (menantu Adipati) untuk memenuhi panggilann Sultan menghadap ke Pajang.
Atas persetujuan saudara- saudara iparnya, berangkatlah Joko Kaiman menghadap Sultan Hadiwijaya di Pajang. Sesampainya di Pajang, Sultan menjelaskan duduk permasalahan sehingga Adipati Wargo Hutomo terbunuh dan menyempaikan permohonan maaf kepada semua putera Adipati dan masyarakat Wirasaba. Dalam kesempatan itu pula, Sultan Hadiwijaya mengangkat Joko Kaiman menjadi Bupati Wirasaba menggantikan Adipati Wargo Hutomo I, yang kemudian bergelar Adipati Wargo Hutomo II.
Menyadari statusnya hanya sebagai putera menantu, maka demi menjaga keutuhan keluarga, setelah diangkat menjadi Bupati, Joko Kaiman (Wargo Hutomo II) mengeluarkan kebijakan yaitu membagi Kabupaten Wirasaba menjadi 4 (empat) kabupaten kecil untuk saudara-saudara iparnya, yaitu:
  1. Kabupaten Wirasaba diserahkan kepada Kyai Ngabei Wargo Wijoyo;
  2. Kabupaten Merden, diserahkan kepada Kyai Ngabei Wiro Kusumo;
  3. Kabupaten Banjar Petambakan diserahkan kepada Kyai Ngabei Wiroyudo, dan
  4. Kabupaten Banyumas di Daerah Kejawar dipimpin sendiri oleh Wargo Hutomo II.
Kebijakan ini disetujui semua saudara iparnya dan mendapatkan izin dari Sultan pajang. Karena kebijakannya membagi Daerah Wirasaba menjadi 4(empat) kabupaten tersebut, Kyai Adipati Wargo Hutomo II mendapat julukan Adipati Mrapat.
Peristiwa tersebut merupakan awal adanya pemerintahan Kabupaten Banjar Petambakan, cikal bakal Kabupaten Banjarnegara.
Bersambung ke bagian 3
Sumber:
  1. google.co.id
  2. pakyadimbs.wordpress.com
  3. sekilas babad kabupaten banjarnegara
  4. id.wikipedia.org
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Daftar isi

Sponsor

 
Copyright © 2013. FREE TUTORIAL BLOG - All Rights Reserved
Blog by Mulyadi